Dalammusim perayaan, kalau menghitung jumlah undangan dari jemaat saja, saya paling tidak selalu mendapat dua undangan, bahkan terkadang lebih. Berasal dari sebuah gereja kecil yang hanya terdiri dari beberapa keluarga, sungguh mengherankan bagaimana saya diundang oleh begitu banyak keluarga untuk menghabiskan liburan bersama mereka. 32Saya ingin supaya Saudara bebas dari kesusahan. Orang yang tidak beristri akan memusatkan pikirannya pada hal-hal mengenai Tuhan, karena ia ingin menyenangkan Tuhan. 33 Tetapi orang yang sudah beristri akan banyak memikirkan hal-hal dunia ini, sebab ia ingin menyenangkan hati istrinya; 34 akibatnya perhatiannya terbagi-bagi. DiZimbabwe pada 2013, yang mayoritas warganya menganut agama Kristen, 84 persen pernikahan yang dilakukan di sana tidak tercatat negara. Seiring dengan pernikahan siri, poligami pun jamak dilangsungkan di sana. Di Irak, dikenal dua jenis pernikahan di bawah tangan: mut’ah dan misyar. Setelahgagalnya Perang Salib pertama yang berlangsung selama dua abad dalam upaya mencabut Islam dari akarnya, orang-orang Kristen mulai mengadakan kajian yang cermat dan membuat program untuk menghancurkan umat Islam. Rencana mereka itu secara bertahap adalah sebagai berikut : Membatalkan peraturan Islam dalam hal beristri lebih dari satu PriaBeristri 38 Meninggal di India, Punya 89 Anak dan 36 Cucu Ia dilarikan ke rumah sakit pada Minggu sore, tempat ia dinyatakan meninggal dunia. Keluarga itu adalah anggota sekte Kristen Menurutketerangan anak itu adalah anak diluar nikah karena ia diperkosa saat masih muda dulu. Saya gak tahu benar atau tidak ceritany. Ia tinggal dan kerja di surabaya , anak dan ibunya di yogya , Ia beragama kristen katolik, . singkat cerita kangen kangenan dan sampai akhirnya agar tidak terjerumus dalam dosa zina , saya ajak dia menikah . SebelumIslam datang, seorang laki-laki boleh beristri berapapun, namun setelah Islam datang, yang tadinya punya istri tak terbatas itu harus mau dibatasi 4 istri. Kristen agama penipu,penipuan dalam agama kristen,kesesatan agama kristen. More about → Keutamaan Islam daripada Kristen. di 02.43 Gereja Kristen mengalami dua kali 3R0iE7. Menjalin Rumah Tangga Kristen yang TepatSeperti Apa Keluarga Kristen yang Ideal1. Keluarga Abraham dan Sara2. Keluarga Yakub, Lea, dan Rahel3. Keluarga TimotiusPeran Anggota Keluarga di dalam Alkitab1. Kepala Keluarga Kristen2. Dasar dari Keluarga KristenMenjalin Rumah Tangga Kristen yang – Keluarga Kristen yang ideal. Membangun kehidupan rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Padahal sejatinya kita harus menjadi keluarga yang harmonis dan demikian berbagai masalah yang datang silih berganti sebagai pencobaan hidup kerapkali membuat keluarga Kristen dianggap tidak ideal. Dianggap menjadi keluarga yang yang mencari cara bagaimana menjadikan keluarga dianggap ideal dalam agama Kristen? Mungkin susah dan caranya tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus membutuhkan kerja sama anggata hal tersebut bukan hal yang tidak mungkin terjadi. Pasalnya di dalam ayat emas Alkitab atau firman Tuhan sudah dijelaskan bagaimana cara menjadi keluarga Kristen yang itu pada kesempatan ini kami telah mengulas seperti apa keluarga Kristen yang bahagia. Anda bisa langsung menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut Apa Keluarga Kristen yang IdealTanpa banyak basa basi lagi, berikut adalah kumpulan pembahasan tentang keluarga Kristen yang ideal. Anda bisa menyimak ulasannya di bawah berikut Keluarga Abraham dan SaraBayangkan jika Anda adalah seorang istri yang diminta untuk berbohong soal pernikahan karena suami Anda diancam dihilangkan nyawanya. Bagaimana perasaan Anda? Hal itu juga yang dirasakan Sara kala diminta berbohong oleh Abraham pada saat mereka di Tanah Mesir Kejadian 1210-20; 201-18.2. Keluarga Yakub, Lea, dan RahelBerpoligami sudah tercatat dalam Alkitab, sudah dibahas pula pada beristri dua dalam Kristen. Sebenarnya ini juga terjadi pada keluarga Yakub. Kita bisa membaca bagaimana Yakub lebih mencintai Rahel dan anak-anaknya dibandingkan Lea dan anak-anaknya Kejadian 29,37.3. Keluarga TimotiusDi keluarga Timotius, ada nenek dan ibu yang mengajarkan iman. Namun dia juga memiliki ayah yang tidak mengenal Allah2 Timotius 15.Peran Anggota Keluarga di dalam AlkitabSebagian pernyataan dalam Alkitab tersebut merupakan contoh keluarga tidak ideal menurut agama Kristen. Lalu, bagaimana sebaiknya kita berperan sebagai keluarga untuk memiliki keluarga ideal?1. Kepala Keluarga KristenSetiap keharmonisan keluarga tentunya menjadi tanggung jawab kepala keluarga. Namun harapan ini harus menyertakan Allah sebab Allah merupakan kepala semua keluarga Kristen di seluruh ini juga termuat dalam janji pernikahan yang Anda ucapkan. Jika kita menyadarinya, yakinlah bahwa Allah-lah kepala keluarga kita, maka sebetulnya merintis kehidupan keluarga tidaklah seberat yang kita aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Korintus 113Kadang perasaan kecewa juga menjadi jurang pemisah antara harapan dan realita, hal ini kerap ada di dalam keluarga. Coba renungkan betapa kerap kita kecewa terhadap suami, istri, atau anak-anak dikarenakan mereka tidak memenuhi ekspektasi kita?Firman Tuhan menjelaskan untuk menempatkan segala harapan kepada Allah, karena Dia adalah pemimpin dari pemimpin keluarga. Ada perbedaan besar antara harapan yang anda pegang sendiri dengan harapan yang anda serahkan terhadap kemudi Anda sedang berada dalam perjalanan jauh, misalnya dari Jakarta ke Surabaya. Jika anda terus-terusan menyetir sendirian tanpa istirahat maka tidak heran anda dapat kelelahan. Beda ketika Anda memiliki seorang kawan yang bisa menggantikanmu menyetir pas anda capek maupun menambahkan saran pas anda tersedia di lokasi yang itu jugalah mestinya perjalanan kehidupan pernikahan kita, jangan kita kemudikan sendiri. Di perjalanan panjang ini, bekerjasamalah dengan Allah didalam kemudi pernikahan kita. Termasuk dalam mencari nafkah, bisa dengan berbagai cara termasuk melalui aplikasi penghasil uang, asalkan diperbolehkan oleh agama dan memenuhi kebutuhan Dasar dari Keluarga KristenPasti Anda paham bahwa dasar dari pembentukan keluarga dalam agama Kristen adalah Alkitab, lantas seperti apa kehidupan sehari-hari yang harus kita lakukan? Alkitab mencatat bahwa kita perlu mengajarkan berulang-ulang dan mengkaji Firman Tuhan di mana saja Ulangan 66-9.Jika ada orang lain datang ke rumah ktia dan melihat hidup kita, mereka juga bisa melihat penerapan firman Tuhan yang nyata. Dalam kehidupan keluarga pun seperti itu, Firman Tuhan perlu menjadi dasar berasal dari tiap tiap ketentuan yang kita buat, contohnya bagaimana langkah yang pas untuk menasihati anak, apakah dapat berhutang atau tidak, ataupun didalam hubungan suami firman Tuhan terlebih dahulu sebelum mencari solusi atas permasalahan dari sumber lain. Firman Tuhan termasuk perlu menjadi sebuah atmosfer di didalam keluarga Kristen. Pastikan bahwa seluruh bagian keluarga kita mengerti dengan mengerti penerapan dan aplikasi berasal dari Firman Tuhan tersebut didalam kehidupan pantau perkembangan rohani mereka, apakah mereka sudah menjadi pelaku firman Tuhan yang baik atau belum. Lihat pula contoh keluarga Alkitab yang tertulis di atas, meski bisa dikatakan Abraham adalah pria penakut, namun ketika Abraham taat terhadap rancangan Tuhan dan sabar menanti, maka Ia dan Sara menjadi Bapa dan Ibu banyak bangsa dan juga beroleh keturunan yang dalam Alkitab dijelaskan keluarga Yakub, Lea, dan Rahel terpecah belah, namun keturunan merekalah yang melanjutkan janji Allah kepada Abraham, yakni keturunan seperti bintang-bintang di langit. Lain halnya dengan Timotius, walau memiliki papa yang tidak mengenal Allah, namun lewat iman berasal dari nenek dan ibunya dan juga dasar Firman Allah yang telah menjadi kehidupannya sejak kecil, Ia pun dipakai sebagai salah satu pendiri gereja di usia yang masih muda terhadap jaman service KataDemikian pembahasan tentang keluarga agama Kristen yang ideal. Semoga dapat menambah wawasan kita untuk mengetahui seperti apa menjadi keluarga Kristen yang Baptis Selam dan Baptis PercikPrinsip Dasar Pernikahan Agama KristenRenungan Rohani Kristen Tentang Keluarga Larangan Menikahi Dua Istri Menurut InjilPemahaman Larangan BerpoligamiPermasalahan BerpoligamiLarangan Poligami di dalam InjilLarangan Menikahi Dua Istri Menurut – Larangan poligami dalam Injil. Sudah kami bahas pada artikel sebelumnya berjudul beristri dua dalam Kristen, bahwa poligami itu dilarang menurut alasan yang mendasari hal ini, salah satunya adalah perpecahan di dalam kehidupan rumah tangga yang bisa terjadi. Terutama akibat ketidakadilan suami dalam memperlakukan dari hal tersebut pun juga buruk terutama jika sudah memiliki anak. Perceraian tidak bsia dielakkan lagi dan pada akhirnya membuat anak yang tidak bersalah terlantar begitu tampaknya di masa sekarang masih banyak yang mengabaikan peringatan tersebut dan tetap memilih untuk memperistri dua wanita yang ia sukai secara itu, mungkin saja dengan membaca berbagai pandangan Injil dan Alkitab tentang larangan poligami, dapat mengubah jalan pikiran kita agar dapat hanya mencintai satu orang saja sepanjang Larangan BerpoligamiKita harus tahu bahwa Allah melarang kita beristri dua dalam Kristen atau poligami. Perintah Allah di dalam menyesuaikan perilaku umatnya diberikan wewenang kepada Musa Taurat. Taurat hadir untuk menambahkan persyaratan dan ketetapan itu. Namun Taurat tak memberikan panduan utuk faktanya dari ketetapan yang terdapat pada Injil menyatakan mengenai seluruh orang perlu punya moral yang baik dan tinggi. Dilihat dari segi manusiawi, berpoligami merupakan suatu perihal yang sukar gara-gara diharuskan berlaku adil pada istri yang lebih dari satu yang berwujud keperluan materi, kasih sayang dan menyesuaikan keperluan BerpoligamiSudah banyak masalah yang muncul karena Poligamo di dalam Alkitab. Contohnya kisah Lamekh yang berjalan kekerasan, Abraham-Hagar membuat perselisihan, Yakul-Rahel/ Lea yang terdapatnya iri hati di dalam pertalian berkeluarga mereka, dan kasus poligami lainnya yang mengakibatkan retaknya pertalian disuatu poligami bisa menyebabkan berbagai hal buruk terjadi pada hidup kita. Hal ini menambahkan suatu pencerahan dan mampu ditarik kesimpulan dari tinjauan larangan poligami di dalam Injil, yakni berpoligami bukan merupakan standar moral ideal, bukan suatu perihal yang baik untuk dihindari gara-gara berpoligami yang dilakukan oleh para nabi pun mengalami banyak kasus dengan terdapatnya poligami, supaya ada baiknya dan benar-benar disarankan untuk tidak dilakukan untuk mewujudkan keluarga yang rukun damai dan Poligami di dalam InjilDalam Injil sebenarnya tidak lantang dijelaskan larangan poligami, namun dampak buruk dari kegaitan ini banyak dijelaskan membuat doktrin tersendiri untuk lebih dari satu orang terlebih mereka yang tidak menyukai apalagi membenci terdapatnya jumlah wanita di dunia ini lebih banyak dibandingkan laki-laki. Seandainya ditinjau lagi, daripada berselingkuh lebih baik berpoligami, benarkah demikian?Sesuai dengan yang Alkitab katakan mengenai poigami adalah sebagai seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaku baginya, baik isteri yag dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai, maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaanya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang ada anak 21 15-16Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaian dan persetubuhan dengan 2110Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya. Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir Agung 6 8-9Akhir KataDemikian ulasan singkat yang membahas tentang larangan poligami dalam ajaran injil. Semoga dapat menjadi acuan agar kita bisa lebih dewasa secara rohani dan menghindari KataHubungan Suami Istri dalam Agama KristenContoh Undangan Pernikahan Agama KristenHubungan Iman Agama Kristen dan Politik Pandangan, ajaran, dan hukum beristri dua dalam KristenPandangan Beristri Dua dalam KristenAjaran Agama Kristen Tentang Istri DuaHukum Beristri Dua Menurut Kristen1. Kehilangan Damai Sejahtera2. Upah Dosa Adalah Maut3. Kehilangan Hidup – Beristri dua dalam Kristen boleh atau tidak. Prinsip dasar pernikahan dalam kristen sebenarnya sudah cukup jelas, yakni bahwa menikah adalah sekali seumur hidup. Laki-laki dan perempuan hendaknya punya satu pasangan. Maka dari itu jika punya istri dua sejatinya adalah hal yang tidak dewasa ini kita justru sering melihat banyak orang yang memiliki istri lebih satu. Tidak cuma dua, bahkan ada yang sampai tiga hingga empat. Apakah ini dibenarkan? Tentu saja bila merujuk pada penjelasan sebelumnya, jawabannya pernikahan sekali seumur hidup rupaya jarang dipahami oleh umat Kristen sehingga memilih untuk menikah kembali dan mempunyai istri lebih dari satu. Bagi yang ingin agar hidupnya berubah dan bertobat, sebaiknya simak lebih lengkap ulasan mengenai pandangan, ajaran, dan hukum beristri dua dalam agama Kristen Beristri Dua dalam KristenPunya istri lebih dari satu tentu saja tidak akan terlihat baik di mata kebanyakan orang Kristen. Banyak orang berpegang teguh pada prinsip bahwa tidak boleh punya istri lebih dari satu karena hal ini merupakan bagian dari pertentangan dari itu, buanglah jauh-jauh keinginan untuk mempunyai istri lebih dari satu. Bahkan Tuhan sendiri sudah memberi tahu melalui firman-Nya bahwa umat Allah sebaiknya cuma punya satu pasangan tetapi, banyak pula umat Kristen yang berdalih bahwa pada masa Perjanjian Lama ada banyak tokoh Alkitab yang punya istri lebih dari satu. Misalnya Yakub, Daud, dan banyak lagi. Ini dijadikan alasan para laki-laki beristri hal ini memang tidak bisa disamakan. Sebab pada masa dahulu para tokoh menikahi dua wanita karena berbagai macam alasan seperti ekonomi, politik, dan lain Agama Kristen Tentang Istri DuaDipandang dari ajaran Kristen, maka ada beberapa firman Tuhan yang telah menegaskan akan hal tersebut sehingga sebaiknya firman Allah ini dijadikan landasan dalam mengambil sikap. Berikut adalah beberapa ayat Alkitab tnetang beristri dua yang dikaitkan dengan janji pernikahan mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan 196Kata Yesus kepada mereka “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.”Matius 198Dari kedua ayat di atas pada Perjanjian Baru telah jelas difirmankan oleh Allah bahwa sejatinya seorang laki-laki tidak boleh bercerai dari istrinya untuk menikahi perempuan lain. Perbuatan memiliki dua istri sudah jelas menentang ajaran agama Kristen yang manusia tidak bisa berlaku adil seorang dengan yang lain, maka perseteruan antara dua istri seperti kisah Lea dan Rahel di Perjanjian Lama adalah hal yang tidak bisa dari itu sbeaiknya ikuti saja apa kata Allah supaya seorang laki-laki Kristen pantang untuk memiliki dua istri. Setia kepada istri yang sudah Tuhan berikan hingga maut Beristri Dua Menurut KristenBila berbicara mengenai hukuman bagi orang yang beristri dua dalam Kristen, maka firman Tuhan juga telah mengatakan dengan jelas bahwa Allah memang pada dasarnya tidak suak. Sehingga bagi mereka yang nekat melaksanakannya, tentu ada hukuman yang harus ditanggung, seperti berikut Kehilangan Damai SejahteraTidak mengukuti firman Allah tentu membuat hidup kita menjadi tidak damai. Banyak kejadian yang membuat rumah tangga bertengkar dan tidak ada damai bila punya dua istri. Maka dari itu Tuhan tak ingin laki-laki beristri dua dalam Upah Dosa Adalah MautFirman-Nya juga mengatakan upah dosa adalah maut. Maka dari itu bila tetap memaksakan diri untuk mengambil keputusan menikahi dua istri maka bisa jadi ke depan harus menghadapi maut yang tak diinginkan. Hal ini tentu saja adalah akibat dari perbuatan dosa yang cukup Kehilangan Hidup KekalIni juga menjadi satu hukuman yang diterima orang beristri dua. Punya istri lebih dari satu adalah bagian dari dosa yang mungkin mendapatkan hukuman kekal, bisa dibilang mereka harus rela untuk menanggung dosa besar yang diperbuat. Sebab pada dasarnya beristri dua adalah dosa dan setiap dosa selalu memiliki hukumannya KataItu dia beberapa penjelasan mengenai pandangan dan hukum beristri dua dalam kristen. Hendaknya sebagai umat Kristen kita harus menelaah hal tersebut sebaik mungkin. Jangan sampai membawa diri jatuh dalam mungkin, lakukanlah cara berdoa yang benar agar dikabulkan supaya hati selalu dipimpin Roh Kudus untuk melakukan apa yang benar dan apa yang diinginkan oleh Allah. Dengan demikian, maka perilaku kita akan senantiasa mencerminkan garam dan terang dunia sesuai Emas Alkitab Tentang PerceraianRenungan Rohani Kristen Tentang SelingkuhContoh Doa Kristen untuk Suami yang Selingkuh Pandangan Alkitab Tentang Punya Dua IstriPelajaran dari Alkitab Tentang Beristri Dua1. Pernikahan Adalah Ide Tuhan2. Mukjizat Pertama Yesus3. Mempelai Pria dan WanitaPandangan Alkitab Tentang Punya Dua – Pelajaran dari Alkitab mengenai beristri dua. Memiliki dua istri atau lebih memang menjadi beban bagi sebagian orang, karena suami harus membagi kasih sayang yang merata kepada saja poligami menurut Alkitab menjadi hal yang dilarang. Karena sudah jelas dikatakan masing-masing pria dan wanita memiliki satu belahan jiwanya sendiri yang saling di masa sekarang, ada banyak orang yang memiliki istri lebih dari dua, dengan alasan membantu wanita yang kurang mampu untuk dapat menerima nafkah. Tidak hanya terjadi di Indonesia, fenomena ini juga banyak di seluruh kesempatan ini kami akan menjelaskan kepada Anda tentang pekajaran dari Alkitab mengenai beristri dua. Anda dapat menyimak rangkuman pembahasannya di bawah berikut dari Alkitab Tentang Beristri DuaLangsung saja ini dia pelajaran dari Alkitab tentang beristri dua atau poligami. Anda dapat langsung melihat ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut Pernikahan Adalah Ide TuhanKejadian 127-28 dan Kejadian 218-24 menjelaskan bahwa Tuhan yang memiliki inisiatif untuk memberikan penolong yang sepadan untuk Adam. Penolong ini kemudian dinamakan dengan awal hubungan suami dan istri dicetuskan oleh Tuhan dan dinyatakan dengan memberkati laki-laki serta perempuan. Memberikan perintah untuk memenuhi dan menaklukkan bumi. Selain itu manusia diciptakan sesuai gambaran Tuhan yang setelah manusia jatuh ke dosa, mereka memiliki kecenderungan untuk bersikap efois. Di sini peran pernikahan masuk, untuk memberikan suami penolong dan bisa menjalin hubungan bersama Tuhan. Pernikahan membuat manusia bisa terus memperbesar kapasitas hati untuk mengasihi orang itu, menikahnya suami dengan istri kedua ketika dia masih terikat pada istri pertama, bisa menimbulkan kecemburuan pada istri pertama. Kecemburuan ini akan menjauhkan suami dari istrinya dan merenggangkan hubungan Mukjizat Pertama YesusYohanes 21-11 memberikan pelajaran dari Alkitab mengenai beristri dua, yaitu kita bisa melihat Maria meminta Yesus membantu memecahkan masalah kurangnya anggur dalam suatu pesta pernikahan. Yesus awalnya menolak, namun pada akhirnya tetap membantu dan mengadakan mukjizat di pesta pernikahan mengubah air menjadi anggur bahkan sampai pemimpin pesta itu tidak mengetahui bhawa anggur yang diminumnya berasal dari air biasa. Pemimpin itu tetap menilai bahwa itu anggur yang baik untuk situ bisa direnungkan, air biasa memiliki rasa tawat, sedangkan anggur berasa nikmat. Hal ini bisa dikaitkan dengan kehidupan pernikahan yang mungkin telah terasa tawar, tidak lagi manis. Pernikahan mungkin bisa membuat suami atau istri merasa jenuh sampai timbul keinginan untuk mencari kenikmatan anggur dari orang Daud yang sangat terkenal dikatakan berkenan di mata Tuhan, juga mungkin tengah mengalami hal ini ketika dia mengintip perempuan bersuami yang sedang mandi. Pada awalnya, Daud memang tidak tahu jika Batsyeba sudah tahu, Daud tetap tidak mundur namun memerintahkan suami Batsyeba dikirim ke garis medan pertempuran depan agar mati. Tuhan menegur Daud melalui Nabi Natan, mengatakan bahwa Dia sudah memberikan kerajaan Israel dan segala milik Saul, raja sebelumnya, menjadi milik Daud meminta kepada Tuhan untuk menggantikan kejenuhan atau rasa tawar dalam kehidupannya seperti anggur, Tuhan bersedia memberikan Daud butuhkan. Demikian juga di kehidupan pernikahan, kita bisa meminta Tuhan memulihkan keadaan dan menggantikan tawar menjadi manus. Kita pun ibsa menguatkan diri menghadapi masalah dalam Mempelai Pria dan WanitaDalam salah satu ilustrasi Alkitab, bisa ditemukan tipologi bahwa Yesus adalah mempelai pria umat Kristen yang akan menjemput mempelai wanita-Nya ketika saatnya tiba. Tuhan menghendaki suami dalam pernikaha agar menjalankan perannya sebagai kepala yang mengasihi istri dan prakteknya, mungkin kadang selain memang jenuh, suami juga merasa istrinya sering mengecewakan, tidak patuh padanya, suka mengatur, dan lainnya. Kekecewaan sifat itu membuat suaminya ingin memiliki istri sebagia manusia juga sering menyakiti hati Tuhan, namun Tuhan selalu setia dan mengampuni. Tuhan tetap mengasihi dengan segala kekurangan serta kesalahan juga Tuhan menghendaki supaya hubungan suami istri dalam Kristen selalu setia terhadap satu sama lain. Tantangan dalam pernikahan kadang memang terasa sulit, namun mereka bisa mengundang Tuhan untuk berada di tengah dan KataDemikian singkat pembahasan kami mengenai pelajaran dari alkitab tentang beristri dua. Mudah-mudahan informasi yang kami sampaikan bisa membuat Anda lebih paham bagaimana menyikapi fenomena dan Peran Roh KudusHubungan Aufklarung dan Reformasi GerejaKesaksian Rohani Kristen Tentang Akhir Zaman Sponsors Link Pernikahan merupakan suatu upacara untuk meresmikan ikatan perkawinan dua orang secara agama, hukum, dan sosial. Di Indonesia, pernikahan diatur dalam pasal 6 UU No. 1/1974 tentang perkawinan. Undang-undang tersebut memberi syarat bahwa dalam pernikahan harus ada persetujuan dari kedua belah pihak. Bila calon pengantin belum berumur 21 tahun, ia harus mendapat izin dari kedua orang tua ataupun wali. Selain itu, pernikahan juga diatur oleh adat suku bangsa di Indonesia. Misalnya, dalam suku Batak, laki-laki dan perempuan satu marga tidak boleh menikah. Baca juga Karakter Kristus Tidak hanya hukum dan adat yang mengatur pernikahan. Agama pun turut mengambil peran dalam aturan pernikahan termasuk dalam agama Kristen. Dalam Kristen, pernikahan dianggap sebagai suatu upacara yang kudus yang asalnya dari Tuhan dan telah tertulis dalam 20 ayat alkitab tentang pernikahan kristen. Pernikahan tidak hanya sekedar mengucapkan janji pernikahan Kristen. Pernikahan orang Kristen adalah pernikahan yang kudus. Setiap orang Kristen harus menggumulkan pasangan hidupnya terlebih dahulu sebelum menikah. Terdapat 20 ayat alkitab tentang pernikahan kristen yaitu 1 Korintus 619-20 tentang pilihan untuk menikah “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Banyak orang Kristen yang menikah hanya karena ingin punya anak, ingin memenuhi kebutuhan seksual, ataupun memenuhi keinginan orang tua. Banyak juga orang Kristen yang tidak menikah dengan alasan mau melayani Tuhan dengan segenap jiwa. Namun, Tuhan mengingatkan bahwa hidup kita bukanlah milik kita sendiri. Hidup kita adalah milik Allah sehingga apapun dalam kehidupan kita, seharusnya itu untuk kemuliaan Allah. Akankah kita menikah atau tidak, kita harus menggumulkannya dalam kamar doa kita. Bahkan meski kita ingin tidak menikah dengan alasan melayani Tuhan, tetapi jika Tuhan memanggil kita untuk berkeluarga, sudah sepatutnya kita berkeluarga. Kidung Agung 27 tentang memilih pasangan hidup “Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!” Orang Kristen tidak bisa dipengaruhi ataupun mempengaruhi orang lain dalam hal memilih pasangan hidup. Pasangan hidup hanyalah Tuhan yang menentukan, bukan diri sendiri, bukan orang tua, bukan juga keadaan ekonomi. Tidaklah sepantasnya seorang Kristen mencari-cari pasangannya, gonta-ganti pasangan dengan alasan untuk menemukan orang yang tepat. Orang Kristen harus tertidur’ dalam kehendak Allah. Hal ini berarti kita benar-benar menyerahkan dan menggumulkan siapakah pasangan hidup kita kepada Allah. 2 Korintus 614 tentang pasangan yang seiman “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” Di Indonesia, pasangan tak seiman tidak diperbolehkan menikah. Namun, jika larangan ini tidak ada dalam hukum negara pun, ataupun jika kita tinggal di negara yang memperbolehkan pun, Tuhan sendiri yang telah melarang kita. Pasangan yang tak seiman tidak akan bisa melaksanakan misi Allah dalam keluarga sebagai gereja Allah. Pernikahan tak seiman pun dapat mengancam pertumbuhan iman kita. Baca juga Pacaran Beda Agama Menurut Kristen Cara Masuk Kristen Alasan Orang Islam Masuk Kristen Menjadi Murid Kristus Kejadian 218 tentang pasangan yang sepadan “TUHAN Allah berfirman Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.’” Penolong yang sepadan dalam bahasa Ibrani adalah ezer kenegdo. Ezer berarti seorang penolong yang melengkapi kekurangan. Kenegdo merujuk kepada seorang yang ulung. Penolong yang sepadan dapat kita definisikan sebagai seorang penolong yang sama ulungnya. Hal ini berarti sang penolong tidak berarti lebih kuat daripada yang ditolong. Hal ini berlaku dalam pernikahan. Dalam kehidupan pernikahan, seorang wanita harus dapat menolong suami dalam memenuhi tanggung jawabnya. Wanita harus memiliki kemampuan yang setara dengan sang suami untuk menolongnya. Hal ini berarti seharusnya pasangan memiliki pola pikir yang setara, kemampuan ekonomi yang setara, pendidikan yang setara, dan lainnya. Baca juga Pandangan Iman Kristen Terhadap Gaya Hidup Modern 1 Tesalonika 43-5 tentang kekudusan “Karena inilah kehendak Allah pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,” Pada masa itu, percabulan seksual dianggap sebagai hal yang wajar di antara jemaat Tesalonika. Namun, Paulus mengingatkan bahwa kekristenan tidak bisa berkompromi dengan dosa. Hubungan seksual adalah hal yang kudus dan hanya dapat dilakukan dengan seorang pasangan hidup kita, seorang suami dengan seorang isteri. Hubungan seksual sebelum pernikahan mencemarkan dan merebut kekudusan yang Allah kehendaki untuk seseorang bawa dalam pernikahan. Roma 126-27 tentang hubungan sesama jenis “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.” Paulus mengingatkan bahwa dosa homoseksualitas adalah bukti yang paling menunjukkan menurunnya akhlak manusia akibat kebejatan dan ditinggalkan Allah. Allah tidak pernah menyetujui adanya hubungan sesama jenis, itu dianggap sebagai hawa nafsu yang memalukan. Oleh karena itu, gereja seharusnya tidak menyetujui adanya perkawinan sesama jenis karena pernikahan ini bukanlah pernikahan yang kudus.Baca juga Tokoh-Tokoh Alkitab Kejadian 224 tentang ketergantungan dengan orang tua “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Ayat ini bukan melarang kita untuk tetap serumah dengan orang tua ketika sudah menikah. Allah mengingatkan kita bahwa ketika kita sudah menikah, kita sudah menjadi satu dengan pasangan kita. Kita memiliki tanggung jawab baru. Kita tidak lagi menjadi si tanggungan tetapi menjadi si penanggung. Oleh karena itu, ketika kita sudah menikah, tidak lagi pantas untuk kita meminta orang tua kita memenuhi kebutuhan kita. Kebutuhan kita, kebutuhan pasangan kita, kebutuhan keluarga kita sudah menjadi tanggung jawab kita sendiri. Baca juga Penciptaan Manusia Kejadian 128 tentang tujuan pernikahan Kristen “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.’” Kita menikah untuk melaksanakan misi Allah dalam dunia. Allah sendiri punya misi untuk setiap keluarga yaitu bahwa setiap pasangan haruslah beranakcucu dan bertambah banyak. Hal yang perlu diingat adalah firman ini bukan agar kita memiliki anak sebanyak-banyaknya. Firman ini dikatakan kepada Adam dan Hawa yang masih kudus, belum jatuh dalam dosa. Mereka masih segambar dan serupa dengan Allah. Ia mau Bumi dipenuhi oleh ciptaan-Nya yang segambar dan serupa dengan Allah dimulai dari kehidupan keluarga. Oleh karena itu, pernikahan bertujuan untuk mempersiapkan keturunannya menjadi pribadi-pribadi yang segambar dan serupa dengan Allah. Baca juga Tujuan Hidup Orang Kristen Baca juga Gereja Sebagai Tubuh Kristus Peran Gereja Dalam Masyarakat Ekklesia Mujizat Tuhan Yesus Korintus 113 tentang Allah sebagai kepala keluarga “Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.” Kita kerap kali mengatakan bahwa kepala keluarga adalah Ayah. Namun, dalam keluarga Kristen, kepala keluarga bukan lagi Ayah, tetapi Allah. Oleh karena itu, penting untuk setiap pasangan mengetahui bahwa dalam kehidupan pernikahan, Allah lah yang menjadi fokus. Setiap keputusan yang akan diambil haruslah untuk memuliakan dan seturut kehendak Allah. Selain itu, penting untuk diingat bahwa Ayah tetaplah menjadi kepala bagi istri dan anak-anaknya. Sama seperti Kristus tidak lebih rendah dari Allah, hal ini tidak berarti sang istri memiliki posisi yang lebih rendah. Hal ini justru berarti bahwa suami harus bertanggungjawab penuh terhadap sang istri dan istri harus menolong suaminya. Baca juga Alfa dan Omega Matius 195-6 tentang perceraian dalam Kristen “Dan firman-Nya Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Kita seringkali mendengar berita perceraian seseorang ataupun berita pernikahan seseorang yang kesekian kalinya. Namun, ternyata, Allah tidak menghendaki adanya perceraian. Dalam pernikahan, bukanlah manusia yang mempersatukan, tetapi Allah yang mempersatukan. Manusia tidak bisa memisahkan apa yang telah Allah persatukan. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk menikah. Kita harus benar-benar menggumulkan apakah pasangan kita adalah orang memang Tuhan pilih untuk kita. Dalam hubungan pernikahan pun, kita tidak bisa asal memutuskan untuk berpisah. Setiap masalah yang ada haruslah dihadapi dengan menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan. Baca juga Pandangan Kristen Tentang Perceraian Alkitab masih banyak berfirman mengenai pernikahan yang kudus dalam ayat-ayat berikut. Amsal 1822 mengatakan bahwa pernikahan merupakan sesuatu yang baik dan berkenan di mata Tuhan. 1 Korintus 72 mengingatkan bahwa setiap orang hanya memiliki seorang pasangan sehingga poligami tidaklah diperbolehkan. Yosua 2415 mengingatkan bahwa pasangan seharusnya beribadah kepada Allah yang sama. Baca juga Hukum Taurat Efesus 522-23 berkata bahwa suami menjadi kepala bagi seorang isteri. 1 Petrus 37 menasehati para suami untuk tetap menghormati isterinya. Efesus 533 mengatakan bahwa suami harus mengasihi isterinya dan isteri harus menghormati suaminya. 1 Korintus 73 menghendaki pasangan memenuhi kewajiban dalam kehidupan pernikahan baik sebagai suami maupun sebagai isteri. 1 Timotius 58 kembali mengingatkan bahwa seseorang harus memenuhi kebutuhan pasangannya. Kolose 314 mengingatkan setiap pasangan untuk memakai kasih sebagai landasan kehidupan pernikahan mereka. Baca juga Hukum Kasih Dalam Alkitab Maleakhi 214-16 berkata bahwa Allah membenci perceraian. Allah sudah sangat jelas mengatakan maksud dan kehendak-Nya dalam hal pernikahan. Sebagai anak-Nya, kita harus lebih siap untuk menggumulkan kehidupan pernikahan kita ke depannya. Semoga artikel mengenai 20 ayat alkitab tentang pernikahan kristen membantu kita untuk mengerti pernikahan seperti apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita.

beristri dua dalam kristen